Mengapa Safanah Al-Khansa?

Assalamualaikum wr wb

safanahAlhamdulillah segala puji bagi Allah, tepat tanggal 19 September 2013 Allah telah mengamanahkan kepada saya seorang bayi mungil, yang lahirnya sebulan lebih cepat dari HPL, Semoga Putri kecilku menjadi wanita sholeha dan berguna untuk Agamanya. Karna Lahirnya tidak diduga-duga maka jelas penyambutannya pun kurang persiapan termasuk namanya yang belum ada saat dia lahir. Walaupun sebelum lahirnya saya sudah mencari-cari nama tapi tak kunjung dapat yang pas dihati.

Nah 3 hari setelah Lahir, Akhirnya saya putuskanlah bahwa putri saya akan saya beri nama Safanah Al-Khansa, dan akan saya umumkan tapat hari ke-7 lahirnya bersamaan dengan Aqiqahnya, Kenapa Safanah Al-Khansa? Sebenarnya jauh sebelum Safa lahir (demikian saya dan istri memanggilnya) saya sudah membaca mengenai Fiqih pemberian nama anak, diantaranya nama diambil dari nama para Nabi, sahabat, orang shalih, tidak mengandung keberkahan, tidak mengandung Tazkiyyah (pujian) terhadap diri sendiri, dll. Berangkat dari sana sayapun mencari nama tidak berdasarkan artinya, tapi memang ingin Copy Paste Langsung dari Nama Sahabiyah  yang hidup di Zaman Nabi Bertemu dengan Nabi, Sehingga jelas Nabi sendiri tidak mempermasalahkan Namanya, dan sejarah telah menuliskan baiknya Akhlah dan Prilakunya, saya bermaksud memilihkan sebaik-baik idola untuk safa, sebaik-baik teladan untuknya, dialah Rosulullah dan Para sahabatnya, bukan Artis, Power Ranger, Korea, Ataupun Idola2 masa kini yang tidak pas untuk diidolakan.

Lalu siapakah Safanah Al-Khansa itu?

Safanah Al-Khansa terdiri dari dua nama Sahabiyah Safanah dan Al-Khansa, mari kita lihat sedikit Profil mereka.

Safanah memiliki nama lengkap Safanah binti Hatim bin Abdullah bin Sa’ad bin Al-Hasyraj bin Imri’ Al-Qais bin Addi bin Akhzam bin Rabiah bin Jarwal bin Tsa’al bin Amar bin Al-Ghauts bin Tha’ Ath-Thai, Sejarah Mencatat bahwa ia adalah seorang sahabiyah yang Fasih dalam bertutur kata, Dermawan, santun dan sopan beretika, kisahnya yang paling terkenal ketika Safanah mengislamkan saudaranya dan Bani thai dengan tutur katanya.

Al-Khansa sendiri bukan merupakan nama, Al Khansa’ adalah gelaran seorang wanita yang bernama Tumazhir binti ‘Amru bin Sulami, Lafazh al-Khansa’ (muannats) diambil dari kata kha-na-sa (al-Khanas), artinya hidung yang pipih, dan agak naik ke atas, sebagian orang mengartikannya hidung yang mancung, namun sekali lagi saya tidak memilih nama berdasarkan  arti.

Al-Khansa sangat terkenal sebagai seorang penyair Para sejarawan sepakat bahawa sejarah tidak pernah menceritakan wanita yang lebih pandai bersyair berbanding al-Khansa’, sebelum ataupun selepas beliau meninggal dunia.

Diriwayatkan bahawa ketika Adi bin Hatim dan saudara perempuannya, Safanah binti Hatim datang ke Madinah dan menghadap Rasulullah SAW, maka mereka berkata, “Ya Rasulullah, dalam golongan kami ada orang yang paling pandai dalam bersyair dan orang yang paling pemurah hati, dan orang yang paling pandai berkuda.” Rasulullah SAW bersabda, “Siapakah mereka itu. Sebutkanlah namanya.” Adi menjawab, “Adapun yang paling pandai bersyair adalah Umru’ul Qais bin Hujr, dan orang yang paling pemurah hati adalah Hatim Ath-Tha’i, ayahku. Dan yang paling pandai berkuda adalah Amru bin Ma’dikariba.” Rasuluilah SAW membalas, “Apa yang telah engkau katakan itu salah, wahai Adi. Orang yang paling pandai bersyair adalah Al-Khansa’ binti Amru, dan orang yang paling murah hati adalah Muhammad Rasulullah, dan orang yang paling pandai berkuda adalah Ali bin Abi Thalib.”

Satu hal lagi yang begitu melekat pada seorang Al-Khansa adalah dia dikenal Sebagai Ibunda Para Syuhada. Dalam perang al-Qadisiyyah, terjadilah perdebatan yang sengit di rumah Al-Khansa’. Keempat-empat puteranya berdebat untuk menentukan siapakah yang patut diberi peluang untuk ikut berperang melawan tentara Parsi, dan siapakah yang patut tinggal di rumah bersama ibu mereka. Keempat-empatnya saling tunjuk menunjuk kepada yang lain untuk tinggal di rumah. Masing-masing ingin turut berjuang melawan musuh fi sabilillah. Rupa-rupanya, pertengkaran mereka itu telah didengari oleh ibu mereka. Maka Al-Khansa’ mengumpulkan keempat-empat anaknya, dan berkata,

“Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan. Kalian telah berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya kalian ini putera-putera daripada seorang lelaki dan daripada seorang perempuan yang sama. Tidak patut bagiku untuk mengkhianati bapamu, atau memalukan bapa saudaramu, atau menconteng arang di kening keluargamu. Jika kalian telah melihat perang, singsingkanlah lengan baju dan berangkatlah, majulah ke barisan paling depan niscaya kalian akan mendapatkan pahala di akhirat, negeri keabadian. Wahai anakku, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahawa Muhammad itu Rasul Allah. lnilah kebenaran sejati, maka untuk itu berperanglah dan demi itu pula bertempurlah sampai mati. Wahai anakku, carilah maut nescaya dianugerahi hidup.”

“Kalian semua tahu betapa besar pahala yang Allah janjikan bagi orang-orang yang beriman ketika berjihad melawan orang-orang kafir. Ketahuilah bahawa negeri akhirat yang kekal itu jauh lebih baik dari negeri dunia yang fana. Allah Azza wa Jalla berfirman,Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” [TMQ ali Imran (3): 200]  Andaikata esok kalian masih diberi kesihatan oleh Allah, maka perangilah musuh kalian dengan gagah berani, mintalah kemenangan ke atas musuhmu dari Ilahi. Apabila pertempuran mulai sengit dan api peperangan mulai menyala, terjunlah kalian ke jantung musuh, bunuhlah pemimpin mereka saat perang tengah berkecamuk, mudah-mudahan kalian meraih ghanimah dan kemuliaan di negeri yang kekal dan penuh kenikmatan.”

Inilah Alasan mengapa Putri pertamaku saya beri nama Safanah Al-Khansa, tidak satu hurufpun  saya tambah ataupun kurangi dari dua nama sahabiyah ini, karna memang saya mengCopy Paste Nama mereka, bukan berdasarkan arti kata, membuat Nama Baru, mencontoh nama artis, nama tetangga, sahabat ataupun teman, saya berdoa Semoga Allah memberi perangai baik kepada putriku sebaik Safanah dan Al-khansa.

Kepada Sesama orangtua yang mengidolakan Safanah dan Al-Khansa Mohon Ikhlas untuk saling berbagi Nama, Semoga Anak-anak kita tumbuh seperti apa yang sama-sama kita harapkan. Amin..

*dari berbagai sumber.

Advertisements
Categories: Uncategorized | 2 Comments

Surat Untuk Calon Keponakanku

InsyaAllah Sebentar lagi (±3bulan) keponakan pertama saya akan lahir,berdasarkan hasil USG  anaknya laki2 entah kenapa rasanya tidak sabar pengen cepet2 ngeliatnya mungkin karna bakal segera ada yang manggil om  :D, sekarang orangtuanya lagi sibuk2nya nyariin nama, saya juga ngusulin nama entah keterima apa enggak, apapun namanya semoga dia jadi anak sholeh yang bisa mengantar orang tuanya ke surga. Amien..

Nah hari ini saya mau nulis surat buatnya, eh lahir aja belum apalagi bisa baca tulis??, bodo ah yang penting saya mau nulis surat buat dia sekarang, paling tidak klo dia sudah besar dia bisa bilang klo om Jufri paling perhatian sama saya, paling tidak klo dia sudah besar dia bisa buat saya malu dengan surat ini klo kelak saya lebih jelek dari apa yang saya tulis sekarang.

Jakarta, 8 Januari 2012

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  • Keponakanku kelak jika kau sudah dewasa jadilah kakak yang baik, kakak yang bisa jadi contoh buat adik2mu, karna kau adalah anak pertama baik dari saudara kandungmu, maupun sepupu-sepupumu nanti.
  • Keponakanku kelak jika kau masuk dunia sekolah, janganlah takut dikatain “banci” hanya karna kau rajin sholat, pakaianmu rapi, selalu duduk di depan, tidak pakai anting, tidak merokok, dan tidak ikut bolos.
  • Keponakanku kelak jika kau mulai merasakan cinta, maka pahamilah bahwa cinta/sayang yang sebenarnya adalah rasa takut jika orang yang kita cintai masuk kedalam nerakaNya. Dan hindarilah definisi cinta selain itu.
  • Keponakanku kelak jika kau sudah masuk dunia kerja apapun profesimu, jadikan pekerjaanmu sebagai ladang amal untuk mencapai surgaNya, karena dengan begitu kau akan semangat bekerja, tidak korupsi, mudah berbagi, dan tidak gila jabatan.
  • Keponakanku kelak jika kau menghadapi permasalahan, tersenyumlah dan lakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan sekarang, tak usah kau pedulikan masa depan, karna masa depan urusan Allah.
  • Keponakanku kelak jika kau jadi pemimpin jadilah pemimpin yang peka, yang tidak bermegah-megahan disaat rakyatmu dalam keadaan susah.

Keponakanku kelak jika kau sudah paham dengan tulisan ini maka lakukanlah, dan ingatkanlah om mu jika suatu saat nanti kelakuanku tidak sesuai dengan surat ini ;).

Salam Hangat

(Mohammad Jufri)

Categories: Uncategorized | 4 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.